Sabtu, 02 Mei 2015

Tari Mung Dhe, tarian asli Nganjuk yang hampir terlupakan

Tari mung dhe, Tarian Asli dari Kabupaten Nganjuk
Tari Mung Dhe merupakan tari tradisional asli Kabupaten Nganjuk. Dalam tari ini bertema kepahlawanan serta rasa cinta tanah air, heroik, patriotisme. tari ini terkait erat dengan kekalahan prajurit Diponegoro yang di pimpin oleh Sentot Prawirodirdjo. 

Dalam tari mungdhemelukiskan sebagian prajurit yang tengah berlatih perang yang komplit dengan orang yang menolong serta memberi semangat pada ke-2  pihak yang tengah latihan. Pihak yang menolong di sebut botoh. Botohnya ada dua yakni penthul untuk pihak yang menang serta tembem untuk pihak yang kalah. Sikap serta perilaku ke dua botoh ini gecul atau lucu, hingga buat orang lain yang sedang melihat tari Mung Dhe, berkesan tegang serta terkadang terasa geli, lantaran yang berlatih perang menggunakan pedang asli, namun botohnya lucu. 

Keseluruhannya, tari Mung Dhe melibatkan 14 pemain dengan masing-masing peran awal mulanya, yakni : 
  • 2 orang bertindak sebagi penari/prajurit. 
  • 2 orang bertindak sebagi pembawa bendera. 
  • 2 orang bertindak juga sebagai botoh 
  • 8 orang bertindak juga sebagai pemukul/pengiring. 

Pada perkembanganya saat ini cuma melibatkan 12 orang, yakni 6 alat untuk 6 orang pemain. Didalam penyusunan organisasi tari Mung Dhe untuk penarinya yaitu laki-laki dan wanita serta dalam tingkatan umur dewasa baik yang menikah atau yang belum. Pada perkembangan saat ini, tari Mung Dhe kerap dipertunjukkan pada acara-acara yang dikerjakan oleh Dinas Pariwisata serta Kebudayaan Daerah Kabupaten Nganjuk, seperti Penentuan Duta Wisata, ataupun Grebeg Suro, ataupun Jamasan Pusaka, dan waktu Upacara Wisuda (gembyangan-red) Waranggono.

About the Author

Ahmad Habibi

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

Posting Komentar

 
Kabar EXTREPASCA 2015 © 2015 - Designed by Templateism.com